January 28, 2016

Permaculture

Permaculture adalah istilah baru untuk menyebut cara berkebun dengan metode lama. Permaculture adalah cara berkebun dengan menggabungkan hewan ternak dan tanaman dalam satu tempat. Setiap anggota dalam permaculture harus memberikan keuntungan satu sama lain. Masing-masing harus memberikan manfaat atau yang disebut dengan simbiosis mutualisme. Kita bisa menyebutnya sebagai organic gardening.

Home Gardening

Tipikal petani masa lalu mengarah pada permaculture atau bertani secara berkelanjutan. Contoh yang ada ialah seseorang memelihara ayam kampung di halaman belakang rumah. Ayam kampung tersebut dibiarkan hidup dan mengeluarkan kotorannya di kebun. Kebun tersebut bisa kita tanami dengan singkong atau pohon pepaya.  Kotoran dari si ayam kampung otomatis menjadi pupuk bagi pohon pepaya. Dan yang harus diingat, jangan sampai si ayam ini memakan tanaman yang kita tanam. Jadi harus pintar memilih tanaman yang cocok dan tidak dimakan si ayam.

Multi Fungsi

Permaculture gardening requires that everything in the environment must provide more than one function in order to earn its keep. A fence that’s needed to contain animals must serve at least one other function. The fence might be designed so that it also functions as a vertical gardening space or windbreak. A rain barrel used to collect and hold water for outdoor garden usage might also be used to grow aquatic food plants and raise edible fish.

Konservasi Air

Faktor utama dalam permaculture adalah konservasi air. Setiap tetes air hujan yang turun sebisa mungkin ditangkap, disalurkan dan disimpan sehingga bisa digunakan dalam peternakan. Sebagai contoh, kita bisa membuat sistem terasering atau tanah berteras, atau membuat kolam kecil sehingga air hujan yang ada tidak langsung terserap ke dalam tanah atau terbuang ke saluran air.

Siklus Tertutup

Bertani dengan cara permaculture bertujuan untuk mendapatkan ‘sistem tertutup’ yang mana setiap anggota dalam sistem harus saling memberikan manfaat dan keberlanjutan. Tanah yang ada menjadi subur karena adanya hewan ternak di area tersebut. Kotoran yang jatuh ke tanah menjadi tempat tumbuhnya cacing. Cacing yang ada akan menyuburkan tanah.

Hewan ternak dan tanaman yang ada akan memberikan manfaat bagi si pemilik. Ternak akan menghasilkan susu, telur, atau daging bagi si pemilik. Yang mana hal tersebut akan menjadi penghasilan jika diternak dalam jumlah yang besar.

Permaculture Untuk Setiap Orang

Permaculture membutuhkan dedikasi, kesabaran, dan komitmen supaya bisa berhasil, khususnya di lingkungan perkotaan. Tapi bila dilakukan di perdesaan biasanya lebih mudah dilakukan. Lingkungan di perkotaan yang terbatas tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun bukan tidak mungkin untuk dilakukan bilamana kita sudah berkomitmen untuk bertani secara permaculture.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *